PuisiSosialSUSASTRA

Puisi | Aminah, Cyndie Alk@tiri

Soetiyastoko

Apakah ini yang kau cari,
Aminah,
nama baru dan kerlip panggung
yang
janjikan popularitas
dan
pancuran uang

Apakah ini yang kau cari,
Aminah,
baju kurang bahan
dan
Celana robekan di sana-sini
pamerkan
yang
mestinya kau tutup rapat

Nama-mu kini bermelodi,
Cyndie Alk@tiri,
itu
kata menejer-mu
yang
jajakan-mu
kesana-kemari
Separuh upah-mu, untuknya

Aminah atau Cyndie Alk@tiri,
tak peduli, itu urusan-mu

Aku hanya ingatkan,
kau-lah dulu ajak-ku ngaji
kau pula-lah yang meminta-ku
memakai kerudung,
menyebut nama-Nya
setiap akan berbuat apa-pun

Cyndie Alk@tiri,
kau-lah yang koreksi lafal
bacaan ngaji-ku,

Sekarang kuingin
kau
seperti dulu
menutup aurat,
ingatkan setiap orang
akan pentingnya taqwa

Cyndie Alk@tiri,
kau masih bisa temukan
jalan pulang
pintu tobat masih terbuka
kau bisa berhenti
dari puji lelaki ke lelaki,
kemudian
mereka tak peduli lagi
setelah lipstik-mu
dipudarkannya

Aminah,
Aminah,
Aminah,
Aminah,
Sambut tanganku
mari kita pulang !

Aku Jamilah, sobat-mu, …


Jalan Mangga Raya, rumah pojok dan aroma nasi gosong di pagi hari, 25 Desember 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *