Aneka Ilmu & TeknologiPUSPA RAGAMUncategorized

“Membahasakan” Ilmu Pengetahuan Kepada Awam : Sebuah Tantangan !

Ichwanuddin Idrus.

Pengantar Redaksi
Sahabat Suara Ilmu, pengelola dapat kehormatan untuk menyampaikan tulisan-tulisan informatif dari salah satu Sahabat Suara Ilmu. Beliau mendalami ilmu pertambangan, ilmu ekonomi dan punya minat besar dibidang sejarah dan sosial.

Beliau sebagai peneliti independen, memiliki beberapa Hak Cipta atas hasil temuannya

Berikut tulisan dari beliau, …

Tulisan tentang ilmu pengetahuan memang harus disampaikan secara populer -kalau- sasarannya adalah masyarakat awam.
Daya tarik ilmu pengetahuan itu sebenarnya terletak di situ, dan itulah tugas para ilmuwan.

Tugas ilmuwan ada dua, yakni menguasai ilmu pengetahuannya sendiri, dan mampu menyampaikannya secara luwes kepada awam.

Tugas yang terakhir ini memang berat karena harus didukung oleh kemampuan berkomunikasi dan berbahasa Indonesia dengan baik.

Penyampaian ilmu pengetahuan kepada pihak yang bergerak di dalam ilmu pengetahuan yang sama, misalnya eksak/matematik dan sejenisnya, tidak memerlukan keahlian berkomunikasi yang mumpuni tetapi cukup dinyatakan dalam bentuk rumus.

Satu rumus dapat menggantikan cerita sebanyak dua atau tiga lembar kertas.

Selama ini tulisan-tulisan tentang eksakta/sains atau penjelasan para ahli tentang fenomena alam via tv dan medsos lain kurang diminati masyarakat karena penyampaiannya terlalu eksklusif, sehingga tidak dapat diikuti. Bahasanya juga kaku dan kadang-kadang salah terjemah.

Istilah “competitive advantage” di dalam ekonomi, sebagai contoh, diterjemahkan menjadi “keuntungan bersaing”, padahal seharusnya “keunggulan bersaing” atau “keunggulan dalam persaingan”.

Juga kata “refer to” di dalam textbook Inggris selalu diterjemahkan menjadi “mengacu kepada” sehingga kalimat yang dihasilkan membingungkan pembaca, termasuk mahasiswa.

Contohnya, di bawah Bab VII dalam sebuah buku tertulis judul EKONOMI. Di awal teks Pengantar tertulis penjelasan sebagai berikut.
“Ekonomi mengacu kepada ilmu tentang cara memanfaatkan sumber alam yang terbatas……dstnya”.

Kalimat di atas membingungkan karena adanya kata “mengacu”, padahal bahasan baru dimulai.

Ternyata teks Inggrisnya adalah, “Economy refers to an art of exploiting in such a way scarce resources…..”.

Teks tersebut seharusnya diterjemahkan, “Ekonomi ADALAH ilmu pengetahuan tentang cara memanfaatkan sedemikian rupa sumber-sumber yang terbatas….”, atau “YANG DIMAKSUDKAN DENGAN EKONOMI adalah ilmu atau cara tentang…….dan seterusnya”.

Nanti, setelah lulus, para eks mahasiswa akan menyampaikan kembali kata “mengacu” dalam konteks yang sama kepada masyarakat.

Masyarakat kebingungan tapi tidak berani bertanya karena takut dianggap bodoh.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *