Bimbingan Usaha & KerjaENTERPRENEURSHIP

Memulai Usaha, Bisa Mudah, Bisa Sulit, Tergantung Pada Kesungguhan Niat

Serial Bimbingan Usaha & Kerja

Soetiyastoko

Pada tulisan sebelumnya telah disampaikan bahwa perbandingan antara jumlah dan kualitas tenaga kerja dibanding ketersediaan lowongan kerja; telah membuat upah tertekan. Hingga memunculkan istilah “upah minimum”.

Sebenarnya bagi para calon pekerja, ada peluang mendapatkan uang bulanan setara dengan upah minimum. Tanpa harus melamar kerja.

Hal di atas, adalah sesuatu yang sangat mungkin dilakukan. Bahkan ada peluang bisa mendapatkan uang lebih banyak dibanding jadi orang upah-an atau orang gaji-an.

Dipekerjakan orang lain atau mempekerjakan diri sendiri, adalah pilihan.
Semuanya sama-sama mulia dan halal. Sepanjang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan benar, tanpa menipu dan akal-akalan.

Bagaimana memulai mempekerjakan diri sendiri ? Yaa, langsung mulai saja, usaha sendiri itu.

Penelitian Awal
Pertama, sebelum memulai, tentu kita sudah melakukan penelitian sederhana, sehingga kita sudah tahu tentang potensi jumlah pembeli barang atau jasa, selera, kebutuhan, pesaing, harga dan cara membuat produk dan cara menjualnya.

Pelajari Kelayakannya
Kedua, data dari penelitan awal atau mempelajari kelayakan suatu usaha, amatlah penting. Lebih mendetail data yang didapat, akan lebih baik dalam membuat perencanaan. Namun terlalu banyak data, bisa juga membuat bingung dan takut untuk segera memulai usaha sendiri.

Tentukan Target-Target
Ketiga, setelah yakin bahwa rencana usaha yang akan dijalankan itu layak. Segera ita tetapkan target-target ya. Mulai Dari target jumlah pekerjaan, waktu pengerjaan, bagaimana mengerjakannya, siapa yang mengerjakan. Hari kerja, jam kerja. Biaya-biaya yang harus dibayar. Termasuk lokasi usaha.
Terutama target keuntungan bersih yang masuk diakal dan bisa dicapai, yaitu, minimal sebesar upah minimum pekerja.

Kita tentukan target pendapatan bersih Rp 5.000.000,-  per bulan dengan 20 hari kerja. Kita juga sudah menghitung perkiraan biaya-biaya yang diperlukan.

Bisa saja biaya tersebut cukup besar untuk kita, atau bahkan bisa saja, nyaris tanpa biaya. Mulai dari usaha yang tatap muka dengan pelanggan atau offline. Seperti membuat dan menjual sesuatu, usaha jasa atau barang. Menjadi penulis, katering, penyelenggara pesta pernikahan, bimbingan belajar/les privat, fotografer dlsb.

Bisa juga berupa usaha online, cukup gawai dan sejumlah pulsa saja. Jadi “dropshiper” atau jadi pembuat “content” Youtube dlsb.
Amat tergantung usaha yang dipilih.

Apapun usaha yang akan kita tekuni, pastikan menyukainya. Bisa juga paksakan diri untuk menyukainya, karena tidak ada alternatif  yang disukai dan memungkinkan dikerjakan.

Banggalah dengan usaha atau pekerjaan itu, ini salah satu syarat untuk berhasil dalam mencapai target. Cintai-lah apapun usaha kita, maka, kelak kita bisa tersenyum riang, menikmatinya.

Bagi mereka yang terbiasa hidup dilingkungan keluarga yang hidup dari gaji atau upah kerja, biasa kalau agak takut dan ragu untuk memulai usaha sendiri.
Ada baiknya membaca biografi para pengusaha sukses yang memulai dari nol. Sekedar menyebut, kita bisa baca kisah perjuangan Bob Sadino. Buku-buku tentang beliau banyak yang inspiratif.

Sekarang. Ayo, mulai usahamu sendiri. Mau menunggu apalagi ? Catatan ? Benar, catatan sistimatis adalah bagian penting dalam menjalankan usaha.

Tentang catatan, di-uraikan ditulisan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *