Eyang Tiyas Soemedi Poetra : PARENTING, BINATANG APAKAH ITU ?

Sahabat Suara Ilmu, dalam bahasa daerah di kota kembang, kalian bisa mendengar kata “parenting“. Dalam penulisan nya disisipkan huruf “u”, jadi “pareunting“
Apa makna dan maksud-nya “pareunting” ?
“Pareunting” adalah sekumpulan sesuatu yang penting. Seperti dalam kalimat, “Lamun pindahan imah, ulah nepi aya barang anu katinggaleun, komo nu parenting“
(“Jika berpindah rumah, jangan sampai ada barang yang tertinggal, apalagi yang penting-penting)
Dalam bahasa inggris kata “parenting” mengandung makna “pengasuhan”
Berikut contoh penggunaan kata “parenting” dalam sebuah kalimat inggris dan terjemahannya.
“25 Hukum Parenting untuk Menjaga Anak-Anak Anda di Jalur Keluar dari Masalah”.
“The 25 Laws of Parenting to Keep Your Kids on Track Out of Trouble”.
“Ada sesi parenting untuk orang tua siswa Anak Berkebutuhan Khusus:.
“There are sessions on parenting for the parents of special needs students“.
“Dengan cara parenting yang lebih cerdas”.
“With a smarter way of parenting“.
Artikel ini, selanjutnya mengupas tentang “parenting” atau pengasuhan anak.
Pengasuhan anak pada dasarnya adalah tugas seorang “parent”, orangtua anak. Tugas ayah dan ibunya.
Bagaimana dengan anak yang telah ditinggal wafat orangtuanya, yatim-piatu ? Tentu ada pihak yang akan menjalankan peran sebagai orangtua. Sebagai wali yang melaksanakan tugas pengasuhan.
“Kesalahan Parenting yang membuat anak tidak sukses di masa depan”.
“Faults in parenting that prevent children from succeeding”.
Sedemikian pentingnya tugas pengasuhan yang harus dijalankan setiap orangtua. Tak heran hingga ada yang menulis kata-kata mutiara di bawah ini,
“Pengasuhan itu bahkan harus sudah dimulai, 100 tahun sebelum seorang anak dilahirkan.”
Kalimat itu, mengandung makna bahwa setiap calon ibu dan calon ayah, harus bersungguh-sungguh. Mempersiapkan diri, membekali diri tentang perihal pengasuhan, parenting.
Di Perumahan BPA, Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, ada tokoh masyarakat yang mengingatkan “pentingnya parenting” . Pesan itu dipampangkan di papan pengumuman, disudut jalan yamg mudah terlihat orang yang lewat.
“Parenting” , tidak boleh gagal. Parenting jika gagal tidak bisa di-ulang!”
Setiap tahapan kehidupan anak menuju dewasa tidak bisa di-ulang.
Janin yang sehat harus berasal dari ovum ibu dan sperma ayah yang sehat. Artinya, jauh sebelum menikah, kondisi calon ayah dan calon ibu, harus terbiasa hidup sehat.
Demikian pula kesehatan fisik dan psikologis janin, harus terjaga dan terjamin selama dalam kandungan.
Makanan ibu hamil harus cukup gizi, demikian pula kondisi psikologisnya. Harus selalu dalam keadaan baik. Ibu hamil, sedapat mungkin jiwa-perasaannya, dihindarkan dari stress.
Berkenaan dengan pertumbuhan janin, terlihat dalam konteks parenting, adalah tugas seorang calon ayah. Suami berkewajiban menyediakan kondisi fisik dan psikis yang kondusif bagi seorang istri. Jadi dalam proses pertumbuhan janin, jelas bukan hanya tugas seorang ibu saja.
Hal yang sama di periode masa neonatus – new born, balita, anak-anak hingga remaja. Parenting harus dijalankan dengan baik dan bersungguh-sungguh, oleh ayah-ibu, bahkan dilingkungannya.
Sahabat Suara Ilmu, secara khusus menyediakan kolom kategori Parenting.
Sebuah upaya dan kesungguhan, untuk mendukung mewujudkan cita-cita para ayah dan ibu, terbentuknya watak anak-anak berbudi luhur. Soleh dan solehah.
Mari bersama-sama kita pikirkan dan sebarkan tentang parenting bin pengasuhan ini. Ilmu, pengalaman, pengetahuan yang bermanfaat, sebarkan. Walau hanya satu paragraf.
Suara Ilmu dengan senang hati menerima jariah ilmu tentang parenting, dari siapapun. Tentu saja artikel yang disampaikan, tidak boleh menista SARA dan tidak melanggar UU. Suara Ilmu berusaha berperan menayangkannya, agar setiap anak di Indonesia bisa mendapatkan perlakuan pengasuhan yang baik dan berkualitas.
Demi ikut berpartisipasi memajukan membentuk karakter positif anak Bangsa.
Salam Suara Ilmu,
Senin, 12/12/2022 07:11:29
