Alasan Membeli Sesuatu
Serial Salesmanship
Soetiyastoko
Apakah perlu ada alasan saat seseorang memutuskan membeli sesuatu ?
Bukankah hanya karena memang membutuhkan produk ybs, atau, spontan saja ?
Seorang Penjual harus mengetahui alasan apa saja yang melatar membelakangi keputusan membeli. Agar lebih bisa menjual lebih banyak dan lebih cepat.
Alasan atau pun motivasi untuk melakukan tindakan membeli ada berbagai macam diantaranya yaitu,
Pertama, Kebutuhan
Konsumen memang sangat membutuhkan produk tersebut dan tidak bisa tergantikan dengan yang lain. Misalnya beras.
Kedua, Keinginan
Disaat membutuhkan beras, sebenarnya bisa dipenuhi dengan beras apa saja, tetapi dia menginginkan beras varitas tertentu.
Ketiga, Pengaruh Orang
Ketika melihat atau mendengar orang lain membeli
produk tertentu, terpengaruh untuk ikut membelinya
Keempat, Pengaruh Iklan
Tayangan iklan yang dibuat secara menarik dan dekat dengan sebagian kondisi kehidupannya saat itu, dapat mendorong keputusan membeli suatu produk
Kelima, Keputusan Sesaat
Seseorang tertarik akan sesuatu dari sebuah produk, seketika dan membelinya.
Para praktisi, ada yang menyebutnya sebagai momen tak terduga atau magic moment.
Seringkali pembelian yang seperti ini, diikuti rasa sesal setelahnya. “Ngapain, tadi aku beli, yaa ?”
Keenam, Harga Murah
Harga yang ditawarkan lebih murah dibanding yang biasanya dan diketahui selama ini.
Ketujuh, Diskon
Potongan harga, adalah salah satu alasan seseorang membeli. Bahkan memborong suatu produk
Kedelapan, Kemasan
Kemasan dapat menarik seseorang membeli suatu produk.
Kesembilan, Warna
Seseorang tak jarang memiliki warna favorit, hal seputar warna produk dapat berpengaruh, terhadap keputusan membeli.
Kesepuluh, Bentuk
Bentuk produk yang dipersepsi sebagai menarik atau tak biasa, dapat mempengaruhi keputusan untuk membeli. Misalnya bentuk hati, sering digunakan produsen untuk menarik pembelian.
Kesebelas, Moment Tertentu
Ada produk yang meningkat penjualannya, karena terkait waktu dan momen tertentu.
Misalnya terompet mainan, dikaitkan dengan pergantian tahun. Pakaian, petasan dengan lebaran. Perlengkapan sekolah dengan tahun ajaran baru. Coklat dengan hari tertentu dlsb.
Keduabelas, Prestis
Gengsi-prestis, sebuah produk dibeli sebagai penunjang status sosial. Misalnya tas, pakaian dan kendaraan tertentu, lukisan, karya seni dlsb.
Ketigabelas, Langka
Sesuatu yang langka adalah salah satu alasan untuk membeli. Biasanya sesuatu yang langka akan bernilai rupiah tinggi. Ada kebanggan memiliknya. Meski
Keempatbelas, Fungsi
Adanya fungsi baru yang disematkan pada suatu produk lama.
Kelimabelas, Snobisme
Ikut-ikutan trend karena tidak ingin disebut tertinggal trend. Meskipun sebetulnya dirinya tidak membutuhkan bahkan tidak sepenuh hati menyukai produk yang dibelinya.
Keenambelas, Sesuatu Yang Baru
Sesuatu yang benar-benar baru, baik bentuk, jenis maupun fungsinya. Seperti saat pertama diluncurkan gawai-HP
Ketujuhbelas, Ingin Tahu
Rasa ingin tahu dan ingin mencoba. Ini terutama sering terjadi pada produk makanan, Tempat hiburan atau sesuatu yang sedang viral.
Kedelapanbelas, Iba-Kasihan
Pembeli iba pada penjualnya, seperti kepada anak-anak yang berjualan tisu atau mainan di jalanan yang macet.
Kesembilanbelas, Karena Kenal Penjual
Banyak juga produk yang terjual karena pembeli kenal dengan penjual.
Keduapuluh, Sebab hubungan keluarga.
Hubungan keluarga juga bisa mewujudkan transaksi. “Daripada beli kepada orang lain, lebih baik beli ke saudara sendiri”. Itu alasannya.
Keduapuluhsatu, karena pernah berjualan produk yang sama.
Keduapuluhdua, karena ada saudara yang bekerja di perusahaan yang memproduksi produk-nya.
Keduapuluhtiga, karena merasa malu atau sungkan kepada yang menjual. Misalnya si penjual produk, adalah atasan dikantor.
Keduapuluhempat, karena testimoni dari orang yang dikenal dekat.
Keduapuluhlima, karena kagum atau sugesti dari bintang iklannya.
Demikian alasan-alasan seseorang membeli sesuatu. Dengan mengetahuinya seorang penjual dapat memilih strategi yang akan digunakan.
Bro, bray, produk apa yang sedang kalian jual ? Kalian pasti bisa sukses besar dan dapat untung banyak. Sepanjang selalu berpikir positip, yakin akan ada pembeli produk kalian.
Ada contoh klasik tentang paragraf diatas. Ada kelompok penjual sepatu yang sedang menjalani pelatihan.
Mereka saat interview terakhir bahwa harus bersedia di tempatkan diseluruh Indonesia.
Ada kelompok yang takut dan khawatir bila kebagian di daerah pelosok yang penduduknya tak biasa pakai alas kaki.
Mereka berharap ditempatkan dikota atau daerah yang mayoritas orangnya biasa pakai sepatu.
Sementara itu ada kelompok yang takut ditempatkan diwilayah yang sudah biasa pakai sepatu dan banyak pula penjualnya.
Mereka berpikir, bahwa di tempat itu semua orang sudah punya sepatu.
Kendalikan pikiran agar tetap positif. Itu syarat utama bagi seorang penjual. Yakinlah, bahwa setiap yang dijual, pasti ada pembelinya.
Sisa-sisa makanan dari restoran, ada yang mengumpulkan dan dijual ke peternakan.
Kotoran ternak, dijual ke petani untuk dijadikan pupuk.
Bahkan pecahan kaca-beling, besi bekas, kain perca, oli bekas, kloset bekas pun dlsb. ada pembelinya.
Penjualnya pun bisa kaya raya.
Seorang penjual senior, berpesan : “Begitu banyak alasan untuk terjadi transaksi jual-beli. Sehingga hampir tidak alasaan bagi kegagalan menjual”.
***
