
Intermezzo Base on Fact
(Bang Iwan, Bang Jhon, Bang Tampu & semua Sahabat tempo dulu: Kumatrax, Sahabat perantauan di kota kembang, …)
Lagu “Desember” ini, tiba-tiba membangkitkan kenanganku bersama-sama Bapak, Ibu & 9 saidara-ku.
Kami terdiam saat mendengarkan lagu ini, di teras rumah kami di Bogor.
Alm Bapak kami memainkan Biola Stradivarius, warisan dari Eyang-ku, untukku. Biola yang tak boleh disentuh siapa-pun. Bahkan Alm Bapak, baru menyentuh dan memainkannya, setelah jadi milikku, ….
Gesekan bulu-bulu asli dari ekor kuda pada senar logam-nya, melantunkan lagu itu dengan indahnya.
Kami terpesona, sementara mata Alm Bapak menatap kami dikeremangan malam yang tak pudar diterangi lampu neon 10 watt, ….
Biola adalah tentang rasa-perasaan, kehalusan budi.
Tangkai tanpa grip itu dijelajahi dengan tepat, bagi setiap nada !
Sementara, gesekan itu seperti jejak peta seismograf.
Biola itu telah jadi milikku bertahun-tahun, tetapi Alm Bapak-lah yang memainkannya dengan piawai.
Aku tak bisa memainkannya, bahkan tak pandai pula merawatnya, …..
Rusak di makan tikus, ….
Padahal, biola Stradivarius itu pernah mau dibayar dengan sebuah rumah oleh Bupati Blitar Orde Lama.
Konon jumlah Biola Stradivarius di dunia, hanya beberapa saja.
Memiliki belum tentu mampu memanfaatkannya sendiri.
Terkadang milik kita baru bisa kita nikmati, kala ditangan orang lain.
Aku sejak lama ingin punya dan mengendarai sendiri Harley Davidson, ….
Ketika tabungan sudah terkumpul, ternyata aku tak mampu mengendarainya. Getaran mesin-nya begitu brutal, panas mesin-nya menyiksa kaki-ku, ….
Akhirnya setelah mencoba-nya beberapa putaran, kesenangan dibenak-ku, kalah.
Badan-ku tak sanggup bermesraan dengan getaran mesin dan suara seperti helikopter.
Keinginan untuk memilikinya, tiba-tiba sirna.
Tapi aku tetap kagum pada sosoknya dan suaranya yang isyaratkan kesombongan itu !
Seuatu yang kukira baik untukku, ternyata buruk bagi-ku.
Sesuata yang jelek dimata-ku, ternyata baik untuk kehidupan-ku
Sahabatku, seorang rekanku baru saja ganti mobil baru berteknologi wah !
Dia bingung cari sopir, karena sejak lama sudah tak berani mengemudi sendiri. Padahal usianya jauh di bawah usia-ku.
Kemarin dengan sopan, meminta bantuanku untuk menyopirinya.
Itu bukan yang pertama, sebab saat ke Diler mobil eropa itu aku yang diminta bantu test drive.
Dunia-dunia, yang bisa diraih belum tentu bisa nikmati sendiri, tanpa bantuan orang lain.
Sahabat-ku selamat menikmati selingan di waktu luang-mu.
Jangan lupa, senyum, olahraga dan tetap bahagia. Patuhi PROKES, agar tetap segar penuh semangat.
Tabik !
Soetiyastoko
