Soetiyastoko: MENGENAL AKTIVITAS KAMPUS, APA SAJA & APA MANFAATNYA BAGI MAHASISWA ?

Berbagai ragam kegiatan hidup di kampus. Bisa dikelompokan dalam aktivitas intrakurikuler dan aktivitas ekstra kurikuler.
Kegiatan intrakulikuler
Jelas yang utama bagi warga kampus adalah kegiatan belajar-mengajar yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Sesuai dengan disiplin ilmu yang sedang ditekuni. Dilingkungan Jurusan & di fakultas terkait.
Kegiatan intrakulikuler lainnya yaitu penelitian yang dilakukan insan kampus, dosen dan mahasiswa secara bersama-sama.
Ada penelitian yang dilaksanakan oleh para dosen saja atau hanya para mahasiswa. Baik secara individual maupun kelompok.
Penelitian itu umumnya dilaporkan dalam bentuk tulisan. Bisa berupa artikel populer untuk konsumsi umum dengan bahasa atau istilah-istilah yang mudah dicerna dan dipahami.
Ada juga artikel bersifat yang serius sebagai laporan ilmiah untuk konsumsi para pegiat-pengembang ilmu di bidang-nya. Tentu dengan konstruksi pelaporan / penulisan yang baku.
Artikel jenis ilmiah ini, untuk memahaminya dibutuhkan pengetahuan dasar dibidang yang sama. Tanpa itu akan sulit untuk bisa memahami. Biasanya disajikan atau dimuat di sebuah majalah ilmiah yang khusus untuk bidang ilmu tertentu.
Majalah seperti itu dikalangan kampus, sering disebut dengan istilah sinonim-nya, yaitu “Jurnal”. Berasal dari kata bahasa inggris “Journal”.
Mengingat produksi tulisan ilmiah berdasarkan penelitian ini, jumlahnya relatif sedikit dalam kurun waktu tertentu, maka penerbitannya biasanya per-tiga bulan, per-empat bulan, per-enam bulan atau semester. Bahkan ada yang setahun sekali, baru diterbitkan. Journal tahunan.
Namun dengan adanya media online portal, seperti Suara Ilmu, memungkinkan penerbitan artikel ilmiah setiap waktu.
Kini di era digital, tidak perlu menunggu terkumpul sampai jumlah tertentu, seperti penerbitan hardcopy, agar memadai dicetak dan dijilid menjadi buku.
Kegiatan intrakulikuler lainnya dapat berupa Kuliah Kerja Nyata, KKN. Biasanya sekelompok mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi yang dikirim ke desa-desa untuk melakukan pengabdian.
Aktivitas ini biasanya menjadi katalisator aktualisasi potensi masyarakat di pedesaan. Termasuk mempraktekan ilmu pengetahuan yang di dapat di bangku kuliah. Waktu pelaksanaannya sekitar 2 hingga 3 bulan.
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah kegiatan intrakulikuler lainnya. Berupa semacam seminar untuk men-sosialosasi-kan ilmu pengetahuan kepada sekelompok orang di suatu lembaga atau pemerintahan. Di tingkat Desa hingga Kecamatan. Pelakunya mulai dari Mahasiswa dengan bimbingan dosen, hingga sekelompok pakar dari kampus.
Kegiatan PKM ini singkat, sekitar beberapa jam saja dan lebih hemat biaya. PKM, merupakan alternatif dari KKN, Kuliah Kerja Nyata.
Aktivitas Ekstrakulikuler
Pemerintahan kampus. Setiap kampus pasti punya “pemerintahan mahasiswa” sendiri. Bentuk dan penamaan-nya pun beragam, dari waktu ke waktu ada perubahan dan pergeseran.
Ada “Senat Mahasiswa” untuk tingkat fakultas dan “Dewan Mahasiswa” di tingkat universitas. Kini lebih dikenal dengan nama “Badan Eksekutif Mahasiswa”. Lembaga inilah yang mengelola “Pemerintahan Mahasiswa”, lembaga eksekutif-nya.
Organisasi intra kampus-nya juga dilengkapi lembaga perwakilan mahasiswa, semacam Dewan Perwakilan Rakyat.
Ada juga unit-unit kegiatan mahasiswa lainnya yang lebih spesifik. Seperti berbagai jenis olahraga. Kesenian, penerbitan bulletin, majalah kampus, sinema, penyiaran dlsb.
Ada juga unit kegiatan yang memfasilitasi aktivitas bela negara, semacam kegiatan militer. Ada yang setingkat Kompi hingga Batalyon; atau hanya beberapa regu yang bergabung dengan perguruan tinggi lain yang sekota. Membentuk Batalyon gabungan.
Sedangkan gabungan dari berbagai Batalyon antar perguruan tinggi ini disebut Resimen Mahasiswa. Di Jawa Barat dikenal dengan Sebutan Resimen Mahawarman.
Aktivitas ini difasilitasi TNI dan mendapatkan pelatihan militer yang cukup inten. Mereka pun menggunakan seragam militer, lengkap dengan atributnya.
Semua unit kegiatan ekstra kurikuler, keanggotaannya adalah sukarela dan umumnya tidak berbayar.
Di kampus-kampus tertentu memfasilitasi ruangan khusus hingga gedung, sebagai kesekretariatan/kantor tersendiri bagi lembaga dan unit kegiatan mahasiswa-nya.
Aktivitas mahasiswa di kegiatan ekstrakurikuler, bermanfaat untuk mengembangkan kapasitas berorganisasi. Termasuk membentuk jaringan dan melatih ketrampilan kepemimpinan, selain membiasakan kerjasama.
Berdasarkan pengalaman penulis, manfaat pengalaman jadi pengurus inti unit kegiatan mahasiswa atau di lembaga pemerintahan intra kampus, berdampak positif, bagi produktivitas dan kepemimpinan ybs kelak di dunia kerja.
Perusahaan swasta terutama di bagian pemasaran, menyukai para aktivis ekstrakurikuler. Mereka umumnya lebih supel dan lebih tangguh, efektif bekerja sendiri maupun di dalam tim. Banyak diantara mereka ini yang berhasil bertumbuh menduduki posisi-posisi penting di perusahaan maupun di pemerintahan.
Mereka terlatih membagi waktu dan bertanggungjawab terhadap tugasnya.
Universitas tidak memberi kelonggaran waktu belajar, atas aktivitas ekstrakurikuler.
“Hebat dibidang ilmu-mu, itu biasa. Bisa ditambah hebat di luar bidang studi-mu itu luar biasa”.
***
