PuisiSUSASTRA

Puisi | Bertemu Kamu

Soetiyastoko

Ah, kamu
masih seperti dulu
pandai merayu
aku pun tersipu

Waktu yang berlalu,
hari-hari sendu
kenang dirimu,
tak kusangka bertemu
dikau

Aku hafal senyummu
aku
suka sudut bibirmu

Kukira dulu
akan selalu
bersamamu
Ternyata tak begitu

Kau temanku
sebelum jadi kekasihmu,
aku
tahu lugumu
juga bengalmu

Kukira kau
menjadi yang baru,
‘kan berubah sikapmu untuk-ku

Begina-beginu
hanya untukku
Nyatanya kau
tak begitu
Kau tetap kamu

Mestinya hanya kamu
yang selalu
memboncengku

Kau
tidak-kah tahu
wajah-ku cemburu
saat dulu,
kau
minta ijinku
antarkan kawan cantikku

Aku
heran
kau mau begitu,
mestinya aku
bersisian denganmu,
bermotor kerumahku !

Kau
saat itu,
sungguh terlalu
Itu-kan malam minggu

Usai rapat itu
mestinya kau
dengan-ku

Bukan antar pesaing-ku

Aah kamu,
katamu
sayang aku, …
Tapi kok begitu

(Kamu tidak baca sikap dan kata-kataku, … Saat kubilang: “Mulai sekarang, kita temenan saja, yaa, …” Aku menguji kesungguhanmu padaku. Tapi kau diam termanggu. Tidak menahanku, saat-ku tinggalkan-mu)

Sebenarnya kamu,
sungguhkah inginkan-ku ?

Sekarang matamu
sayu
sesali semua itu

Tapi kamu
kini merayu, ..
Kedele sudah jadi tahu !

Tak mungkin waktu
kembali ke dulu, …

(Maaf, sekian dulu. Bila ada waktu, aku mau ketemu lagi, …
Cucuku sudah gak sabar minta dibelikan susu.
Lihat juga cucumu, merengek minta roti keju)


Serpong dimandikan malam, dengan gerimis tipis. Minggu 19 Juni 2022 ditemani, Fabio Quartararo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *