PuisiSUSASTRA

Puisi | Se-ekor Kucing

Soetiyastoko

Begitu indah
susunan
kata-kata-mu

Begitu lembut dan mesra, kalimat dari mulut-mu

Begitu perhatian dan santun, dikau pada-ku

Yaa itu dulu, aku begitu tersanjung dan melayang-layang di atas kuncup-kuncup bunga,
jelang mekar.

Maka ku-iya-kan, ajakan-mu : menikah, …

Janji-mu, adalah serpihan indah dan nikmatnya surga, …

Begitu fasih, kau lantun-kan kata-kata,
memukau
dan
nada merah jambu, …

Kau buai jiwa-ku, siang dan malam

Kau katakan, dalam doa syahdu :

“Duhai Dikau Pemilik hidup-cinta dan kasih sayang, jadikanlah kami pasangan bahagia, abadi di dunia dan di akhirat kelak,
pun anak-cucu-cicit, seluruh keturunan kami, hingga akhir zaman….”

Doa itu
begitu tampak sungguh-sungguh, lahir dari relung hati-mu, …

Ku-aamiin-kan, dengan penuh haru.
Lengkap isak-tangis bahagia, ….

Namun, itu tujuh bulan yang lalu, …

Ternyata,
kau
tak lebih dari
se-ekor kucing jantan

Bisa-mu cuma kawin dan merayu,
lalu
kau
habiskan uang-ku

Kau
tak
mampu
bertanggung jawab.

Bahkan di sidang-sidang perceraian ini, kau pun tak datang, …

(Kata pengacara-mu, kamu sedang sibuk shooting acara ceramah kebaikan di sebuah televisi dan youtube)

Padahal
kau
yang mengajukan,
kau yang gugat aku

Tidak-kah kau lihat
plendung perut-ku
bibit dari-mu

Kukira
dikau pelaksana agama yang hebat,….

Ternyata hanya sekedar hafal seluruh Firman-Nya dan petunjuk serta yang dicontohkan utusanNya.

Hanya
dan
cuma
hafal.

Tak ada
yang
kau
kerjakan

(Kecuali saat diri-mu ibadah berjamaah. Jelang ceramah berbayar-mu, …. Kau acting, jadi paling soleh !.)

Yaa , duhai Dikau Pencipta tubuh
dan
wajah indah-ku, ….

Segala pujian tertinggi hanya untuk-Mu

Biarlah janin ini tetap tumbuh
dan
sehat, diperut-ku …

Ijinkanlah aku membesarkan-nya

Jadikan dia kelak, pelaksana agama yang baik dan benar.
Luar dan dalam, …

Bukan sekedar
jadi
penghafal Firman-Mu
hanya untuk
bergaya
di mimbar-mimbar
dan
minta
dibayar mahal

Duhai Pencipta Yang Maha Perkasa,
kepada-Mu
kuberserah diri.

(Kubiarkan seekor kucing putih itu pelan-pelan, melintasi teras rumah-ku, sepanjang tak buang kotoran lagi di situ. Atau kulempar batu !)


Bumi Serpong Damai, Jumat 25 Februari 2022, mencatat endapan berita selebriti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *